Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga BesarPondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya serta Presmian Asrama Santri Gedung “Raden Fatah”
Tasikmalaya (21/07/2018) – Pada hari Sabtu 21 Juli 2018 bertepatan dengan 08 Dzulqo’dah 1439 H. Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya menggelar acara Silaturahmi dan Halal Bihalal sekaligus peresmian asrama santri yaitu Gedung “Raden Fatah”. Acara ini dihadiri oleh Pengasuh & Pendiri PPTQ Miftahul Huda Kaliwungu KH. Ahmad Baduhun Badawi AR., Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Bupati Tasikmalaya H. UU Ruzhanul Ulum, SE., yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tasikmalaya Drs. Iing Farid Khozin, M.Si., Rois Syuriah PCNU Kota Tasikmalaya KH. Aban Bunyamin, Ketua 1 Tanfidziyah PCNU Kab.Tasikmalaya KH Dadang Romansyah, Para Kiyai Tokoh Agama Kecamatan Rajapolah dan sekitarnya, Perwakilan Pangdam Siliwangi, Dandim 0612 Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya sekaligus mewakili Kapolda Jawa Barat, Sekretaris Umum DMI Kab.Tasikmalaya, Pengurus PCNU Karawang, Tokoh Muspika Rajapolah, Tokoh masyarakat dan para tamu undangan lainnya serta para Guru, para santri/santriwati, wali santri Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya. Acara ini diawali dengan Istighosah yang dipimpin oleh Pengasuh & Pendiri PPTQ Miftahul Huda Kaliwungu KH. Ahmad Baduhun Badawi AR.
Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya Ust. H.Ahmad Deni Rustandi, M.Ag., menyampaikan dalam sambutannya bahwasannya tujuan dari acara ini adalah silaturahim dan halal bihalal sekaligus penandatangan prasasti gedung “Raden Fatah” yang digunakan untuk asrama santri putra. Sekilas beliau menyampaikan sejarah dan sebab gedung yang akan diresmikan ini dinamakan gedung Raden Fatah. Sedangkan Bupati Tasikmalaya H. UU Ruzhanul Ulum, SE., yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tasikmalaya Drs. Iing Farid Khozin, M.Si., menyampaikan urgensi dari Lembaga Pondok Pesantren yang merupakan elemen penting untuk meningkatnya pendidikan yang harus dibarengi dengan keimanan. Beliau mengungkapkan bahwasannya Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang ideal tentunya akan mengembangkan bagi santri-santrinya kuat berakidah, memiliki akhlak yang baik kemudian dikembangkan dan meningkatkan syiar islam.
Semua mendukung dan mengapresiasi dengan adanya pengembangan Pondok Pesantren, salah satunya adanya peresmian asrama santri putra Darussalam ini. Selain meresmikan gedung Raden Fatah, terdapat beberapa wejangan dari para tokoh untuk para santri khususnya. KH. Ahmad Baduhun Badawi AR. memaparkan definisi SANTRI yaitu S : Sakinah, A : Amanat , N : Naibah atau penerus, jangan sampai tidak mempunyai kharisma atau wibawa, T : tarikhul ma’asyi meninggalkan maksiat,I : istiqomah,mendapatkan ilmu yang istiqomah. Adapun Gus Hasan menyampaikan kepada salah satu tim multimedia Darussalam Rajapolah Tasikmalaya bahwasannya jadi santri di Darussalam kuncinya pada ketekunan, mau jadi apapun kedepannya harus tekun. Semua kuncinya ada di jiddi .Maka banyak orang rendah mereka menjadi orang sukses,tidak sedikit juga banyak anak orang besar tidak jadi apa apa.
“Berharap dengan adanya silaturahmi dan komunikasi serta semua pihak Ulama dan Umaro, bisa bersama-bersama membangun Tasikmalaya ini merasa nyaman dan aman dalam mengerahkan ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya ini.” Ucap Kapolres Tasikmalaya mewakili Kapolda Jawa Barat .(Multimedia Darussalam Rajapolah Tasikmalaya)