Ujian Tahriri (Ujian Tulis) Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun ajaran 2016-2017
Setelah berakhirnya pelaksanaan ujian syafahi (ujian lisan) Santri Pondok Pesantren Darussalam, bersiap menghadapi ujian tahriri (ujian tulis) Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang dimulai pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 dan akan berakhir pada hari kamis tanggal 08 Juni 2017 yang akan datang. Pondok Pesantren Darussalam menggelar ujian tahriri (ujian tulis) Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk santri kelas 1 s/d 3 jenjang SMP TERPADU, kelas 4 dan 5 jenjang SMA TERPADU dan kelas I’dady. Ujian PAT ini berlangsung selama 9 hari, adapun ruang ujian membutuhkan 18 ruang ujian untuk santri putra dan putri, sedangkan total pengawas berjumlah 1107 pengawas.
Panitia PAT dan semua guru Pondok Pesantren Darussalam bekerja keras bahu-membahu menjaga kelancaran jalannya salah satu agenda terbesar di Pondok Pesantren ini. Tidak ada satu pun yang berpangku tangan. Selain menjadi pengawas ujian, mereka juga ada yang bertugas di pos-pos dan unit-unit usaha pondok. Situasi dan kondisi di dalam pondok diatur sedemikian rupa agar tercipta suasana belajar yang kondusif untuk menjamin kesuksesan belajar santri. Dalam pelaksanaan ujian tulis, rata-rata setiap santri menghadapi dua sampai tiga mata pelajaran per hari dengan alokasi waktu berdurasi 90 menit untuk setiap materi yang diujikan. Ujian dimulai pada pukul 07.15 pagi tepat dan berakhir pada pukul 11.45, dengan waktu istirahat 15 menit.
Penyelenggaraan ujian tahriri berlangsung dalam pengawasan yang sangat ketat. Sehingga, menutup peluang bagi santri untuk melakukan kecurangan sekecil apapun. Di setiap ruang ujian yang terdiri dari -+32 orang peserta ujian, ditugaskan dua orang guru sebagai pengawas ujian, dari dimulainya ujian hingga bel pertanda selesainya ujian berbunyi. Apabila ketahuan mencontek, ia akan mendapatkan hukuman berat. Demikianlah, Pondok Pesantren Darussalam menanamkan kejujuran kepada seluruh santri-santrinya.
Ujian di Pondok Pesantren Darussalam tidak hanya melibatkan seluruh santri, akan tetapi juga melibatkan seluruh komponen asatidz/guru. Maka, pelaksanaannya pun terorganisir dengan baik melalui panitia ujian yang telah ditentukan. Ujian yang dilaksanakan Pondok Pesantren Darussalam bertujuan mendidik santri-santrinya untuk mencintai ilmu pengetahuan, belajar itu bukanlah untuk sekedar mengikuti ujian, namun ujian merupakan sarana untuk belajar. Maka, santri-santri Pondok Pesantren Darussalam mengenal istilah ‘ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian’.“Bi-l-Imtihan yukramul mar’u au yuhanu”, dengan ujian, seseorang bisa jadi akan menjadi mulia atau sebaliknya menjadi hina, Itulah motto ujian yang tiap semester dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam.